Post ini adalah post jawaban dari seorang teman yang meminta saya untuk membahas tentang sensor suara..šŸ˜€
Thanks for the request..šŸ˜€

Langsung saja, berikut gambar skemanya :

Skematik Sensor Suara

List Komponennya :

JUMLAH   NAMA PART     NILAI
------   ---------     -----
Resistor
---------
  2      R1,R7          4k7
  1      R3             100k
  1      R5             220k
  1      R6             100R
  1      R8             10k

Kapasitor
----------
  3      C1,C3,C4       470n
  1      C2             1n0

Transistor
-----------
  2      Q1,Q3          BC548B
  1      Q2             BC558B

Dioda
------
  1      D1             1N4148

Lain - lain
-------------
  1     ELECTRET MICROPHONE
  1     RV1             4k7
  1     RV2             47k

Secara pribadi, saya sangat puaaasss bangeet make rangkaian ini..
Alesannya karena rangkaian ini :
1. Handal
2. Responsif
3. Murah (Biaya bikin ga nyampe 10rebu..!!)
4. Bebas Noise (Tinggal diatur aja Trimpot Sensitivity dan Set Zero nya)Ā 

Okee.. sekarang akan saya bahas tentang cara kerja dari rangkaian diatas..
Rangkaian diatas secara umum terdapat 4 buah stage (tahapan), yaitu :

STAGE 1 : Electret Microphone
Electret Microphone (Mic Condenser) dapat menghasilkan output tegangan sekitar 6mV rms ketika ada orang yang berbicara (dengan suara normal) pada jarak sekitar 60cm. Sebenarnya Mic Electret adalah jenis khusus dari sebuah Field Effect Transistor (FET),Ā yang mengubahĀ getaranĀ (dari kontakĀ suara atauĀ fisik)Ā menjadi sinyalĀ listrik,Ā yang kemudianĀ diperkuatĀ secara internal olehĀ FET.

STAGE 2 : Transistor Amplifier
Transistor pertama,Ā Q1,Ā bertindak sebagaiĀ penguatĀ memberikanĀ penguatan sebesar 25x(28dB)Ā dalam rentang frekuensi Ā 300 Hz -30Ā kHz,Ā sehinggaĀ akan memberikanĀ level sinyal outputĀ dalam kisaranĀ 25-75Ā mV.Ā Level sinyal dapatĀ disesuaikan denganĀ RV1 (sensitivitas kontrol).

STAGE 3 : Signal Rectifier
Suara terbentuk dari gelombang yang naik dan turun secara konstan (coba lihat output dari microphone melalui Osciloscope).Ā Ā Oleh karena itu untukĀ mendeteksiĀ tingkat suara tertinggi, kita memerlukanĀ titik referensi,Ā danĀ pada skematik Ā ini Ā hanya melihatĀ di bagianĀ ‘akan negatif ‘Ā pada gelombang.Ā DenganĀ memperkuatĀ titik di manaĀ gelombang suara mulaiĀ turun,Ā kita dapat mengidentifikasiĀ titik tertinggiĀ dari level suara.
Maka dari itu, transistor Q2 (PNP) “di-bias-kan” hingga kondisi Cut-Off dan hanya memperkuat sinyal “akan negatif”. Resultan dari sinyal “akan positif” pada kaki kolektor Q2 menyebabkan D1 aktif dan menyebabkan C4 terisi hingga puncak tegangan sinyal.

STAGE 4Ā : Buffer and Time Delay
TransistorĀ ketiga (Q3), dikonfigurasiĀ sebagaiĀ pengikutĀ emitor (emitter-follower) danĀ bufferĀ sinyalĀ (dan memberikanĀ impedansiĀ output yang rendah).Ā Rangkaian ini memberikanĀ kenaikan teganganĀ output yang cepat denganĀ peluruhanĀ lambat,Ā sebanding denganĀ nilaiĀ C4. Pada dasarnya , nilai dari C4Ā mendefinisikan “waktu tunda” dari level output tertinggi hingga kembali ke 0.Ā Ā WaktuĀ peluruhanĀ dari sinyal output rangkaian diatas adalah sekitarĀ 0,5Ā detikĀ dengan nilaiĀ C4seperti yang ditunjukkan. Jika kita mengganti nilai C4 dengan 2,2Ā uF, maka waktu peluruhannya adalah sekitar 2Ā detik.

Kira – kira seperti itulah cara kerja dari rangkaian sensor suara diatas..šŸ˜€
apabila kita pengen waktu peluruhannya lebih cepet ya tinggal dikecilkan aja nilai C4 nya (kemaren saya make C4 nya 100 nF).
Oiya, yang dideteksi oleh sensor suara ini adalah “LEVEL SUARA” (dalam satuan dB) dan BUKAN FREKUENSI nya..

Copyright by : Ā© Revolution Education Ltd 2003. All rights reserved.

Semoga Bermanfaat..šŸ˜€